Cerita Pagi
Ting tong ting tong, tanda alarm berbunyi. Mata yang masih terpejampun meraba raba sumber suara itu, Tuut akhirnya berhenti juga. Segera bangun terus menjalankan aktivitas seperti biasanya, selepas sholat subuh segeralah ke dapur, rapih-rapih, bersih-bersih dan lain sebagainya sudah layaknya kewajiban seorang ….. (teeet). Hehee.. kegiatan yang setiap pagi dan setiap hari ini menjadi pembelajaran sebagai simulasi bagaimana nantinya kalo berumah tangga. wkwkw
Semua pekerjaan pagi selesai kemudian sampai menujukan pukul setengah 7. Bersiap-siaplah untuk kegiatan sendiri, yaitu PKL di KPP Kramat jati. Tiba waktu mau mandi ternyata terjadi kesalahpahaman. Salah seorang anak dirumah berkomentar tentang sarapanpaginya. Yang harusnya seperti ini ehh ternyata seperti ini jadinya, hee mandipun ditunda sampai akhinya setengah 7 lewat. Seakan waktu berjalan sangat cepat. Lalu segeralah mandi , siap siap, pamitan terus langsung saja berangkat sekitar pukul 7. Karena memang sudah sedikit telat.
Berangkat, pamitan dan kemudian naiklah ke sebuah angkot yang mana belum ada penumpangnya sama sekali, duduklah aku sambil menenangkan diri karena terburu-buru, setengah perjalanan, akupun hendak mengambil uang,jeng jeng ternyata uang yang telah aku siapkan semalam masih tertata rapi dirumah sana. Sedang aku panik bukan main.
Periksa lagi, ternyata memang tidak ada sama sekali uang yang tertinggal,huuuh,,, mengela nafas, berdoa dan kemudian aku beranikan bilang pada bapak sopir angkot,
Ati : “ Maaf pa, dompet saya ketinggalan dirumah “ suara lirih dan agak cemas
Sopir : “loh ko bisa dek, terus gimana, mau balik lagi atau gimana “ tanya bapak sopir angkot
Ati : “ Pa kalo boleh saya minta tolong, anterin sampai cililitan saja pa “
Sopir : “oh ya sudah dek ngga papa “
Ati : (sambil berfikir gimana caranya aku bayar ongkosnya)
“ Pa gimana kalo uang angkotnya saya ganti pulsa saja pak, nanti no hp bapak saya kirimi pulsa”
Sopir : “Ohh ngga usah dek, kalo pulsa kemahalan ntar, ngga usah nggapapa, memang mau kemana “
Ati : “Saya mau ke kantor pajak pa “
Sopir : “ oh kantor pajak, nanti setelah ini naik angkot apa lagi, terus ongkosnya berapa buat kesana “
Ati : “ Biasanya si saya jalan pa, lumayan deket juga ko, kalo naik angkot si 3000 “
Terlihat bapak sopir merogoh koceknya dan mengambil uang sejumlah 3000, kemudian dikasihlah ke aku. Terharu, seneng dan alhamdulilah Allah pertemukan aku dengan orang yang sangat baik.
Ati : “ Ngga usah pa makasih, saya jalan saja nanti “
Sopir : “Nggapapa dek, namanya juga orang buru-buru, ini buat naik angkotnya, cukup tidak 3000 “ (menyodorkan uangnya sama aku)
merasa agak ngga enak hati, sudah ngga bayar ehh ternyata palah dikasih ongkos tapi semoga memang ini rezeki dari Allah untuk aku melalui bapak sopir ini. Aku ambil lah uang itu dan yakin niat bapaknya tulus buat nolong aku. Dalam hati gumamku “ semoga Allah balas segala kebaikannya, dimurahkan rezeki, banyak penumpang diangkotnya, dan hari harinya penuh dengan keberkahan.
Ati : “ cukup pa cukup, cukup sekali, terimakasih banyak pa, Alhamdulilah semoga dimurahkan rezekinya buat bapak, banyak penumpang juga “
Sopir : “ oh iya dek, kalo ada apa-apa ngomong aja, kan enak jadinya, oh iya saya ratno, no transnya 19 “ bapak sopir itu memperkenalkan dirinya
Ati : “oh iya bapak ratno, insya Allah kalo besok besok ketemu lagi yaa pa saya ganti pa “
Sopir : “ Oh iyah dek gapapa ko, tapi ngga usah sampe dicari-cari, seketemunya aja yaa hehee “
Lama ngobrol dengan bapak ratno, sampai pula aku di cililitan, turunlah aku dari angkot, kemudian berpisah dengan pa ratno
Ati : Terimakasih banyak ya pa, semoga ketemu lagi :D
Pagi ini, bapak ratno seorang sopir angkot trans halim, ikhlas memberi pertolongan meskipun angkotnya sendiri sedang sepi, bahkan ketika diperjalanan hanya aku sendiri yang diangkotnya, sedangkan datang ibu ibu setelah aku mau sampai tujuanku. Kemudian Allah mudahkan setiap urusanku, Allah lancarkan perjalananku. Dan semoga Allah mudahkan setiap urusan beliau dan dilancarkan rezekinya Aamiin……