Thursday, December 26, 2013

Mengenal Syirik


Perkara penting dan harus diwaspadai adalah Kesyirikan. Hal itu dikarenakan kesyirikan adalah dosa yang paling besar, paling berbahaya, dan perbuatan dosa yang paling zalim. Syirik ini adalah kejahatan yang paling besar dan dosa yang tidak akan terampuni  jika pelakunya meninggal dalam keadaan belum bertaubat kepada Allah SWT.
Secara Umum, Para ulama telah menjelaskan sebagaimana tersebut diatas bahwa kesyirikan menurut pengertian syariat adalah menyekutukan Allah SWT dengan selain-Nya dalam perkara-perkara yang khusus yang hanya dimiliki oleh Allah SWT saja.
Kekhususan Allah SWT tersebut mencakup 3 perkara :
Rububiyah contohnya seperti kemampuan Allah SWT untuk menciptakan alam semesta,               memiliki dan mengaturnya, memberikan rezeki, menghidupkan, mematikan dan lain sebagainya
Uluhiyah maksudnya yaitu hak Allah SWT untuk diibadahi dengan penuh ketundukan, Pengagungan dan penghambaan kepada-Nya. Allah yang satu-satu-Nya yang berhak disembah dengan segala macam, peribadatan, baik ibadah yang lahir maupun batin. Seperti shalat, haji, tawakal, dan lainnya.
Nama-nama dan sifat-sifat yang mulia. Contohnya Ar-Rahman (Yang Maha Penyayang), Al-Basir (Yang Maha Melihat ), As-Sami (Yang Maha Mendengar ) dan masih banyak nama-nama Allah yang lain. Dan hanya Allah semata yang memiliki nama-nama yang mulia dan sifat-sifat yang sempurna, tidak ada kekurangan sedikitpun.
Contoh-contoh kesyirikan yang terjadi dalam hal kekhususan Allah SWT
Kesyirikan dalam hal rububiyah adalah berkeyakinan adanya pencipta, pemberi rezeki, mampu menolak bala, selain Allah SWT.
Kesyirikan dalam hal uluhiyah adalah berdoa kepada selain Allah SWT, bertawakan pada selain Allah menyembelih untuk selain-Nya dan lain sebagainya.
Kesyirikan dalam hal nama-nama dan sifat-sifat Allah SWT adalah percaya pada ramalan dan perdukunan, menamai berhala dengan salah satu nama-Nya atau meyakini sifat-Nya yang maha sempurna untuk mahluk-Nya
Pembaca yang dirahmati Allah SWT, Dalil-dalil dari Al-Quran dan As-Sunnah telah memberikan gambaran yang sangat menakutkan tentang bahaya kesyirikan. Seorang muslim yang mengkaji dalil-dalil tersebut akan sampai kepada sebuah kesimpulan bahwa syirik adalah dosa terbesar.
Allah SWT berfirman dalam ayat-Nya, “ Hai anakku, janganlah kamu berbuat syirik kepada Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) benar-benar kezaliman yang sangat besar”. (Q.S. Luqman : 13)
Allah SWT tidak akan mengampuni pelaku kesyirikan yang meninggal sebelum ia bertaubat. Allah SWT berfirman yang artinya “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni dosa yang dibawah itu, barang siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sesungguhgnya ia telah berbuat dosa yang besar.” (Q.S An-Nisa:48)
Allah SWT mengharamkan surga bagi pelaku kemusyikan. Allah berfirman yang artiya “ Sesungguhnya orang yang mempersekutukan Allah mengharamkan kepadanya surga dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun. “ (Q.S Al-Maidah : 72).
Dosa kesyirikan akan menghapus semua pahala amal kebajikan. Allah SWT berfirman yang artinya “ Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu, jika engkau mempersekutukan Allah, niscaya akan terhapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.” (Q.S Az-Zumar:65)
Demikian sedikit gambaran mengenai syirik, semoga hal tersebut menjadi pelajaran serta renungan bagi kita semua. Perjuangan seorang hamba dalam memurnikan tauhid dan membersihkannya dari kesyirikan  dengan segala bentuknya adalah perjuangan yang sulit dan tiada pernah berakhir sampai akhir hayat. Allahu’a’lam (Abu Hafiy)

Sumber : Buku Tafsiyah edisi 06 vol.01 1432-2011M


No comments:

Post a Comment