Secara Umum, Para ulama telah menjelaskan sebagaimana
tersebut diatas bahwa kesyirikan menurut pengertian syariat adalah menyekutukan
Allah SWT dengan selain-Nya dalam perkara-perkara yang khusus yang hanya
dimiliki oleh Allah SWT saja.
Kekhususan Allah SWT tersebut mencakup 3 perkara :
Rububiyah contohnya seperti kemampuan Allah SWT untuk
menciptakan alam semesta, memiliki dan mengaturnya, memberikan rezeki,
menghidupkan, mematikan dan lain sebagainya
Uluhiyah maksudnya yaitu hak Allah SWT untuk
diibadahi dengan penuh ketundukan, Pengagungan dan penghambaan kepada-Nya.
Allah yang satu-satu-Nya yang berhak disembah dengan segala macam, peribadatan,
baik ibadah yang lahir maupun batin. Seperti shalat, haji, tawakal, dan
lainnya.
Nama-nama dan sifat-sifat yang mulia. Contohnya
Ar-Rahman (Yang Maha Penyayang), Al-Basir (Yang Maha Melihat ), As-Sami (Yang
Maha Mendengar ) dan masih banyak nama-nama Allah yang lain. Dan hanya Allah
semata yang memiliki nama-nama yang mulia dan sifat-sifat yang sempurna, tidak
ada kekurangan sedikitpun.
Contoh-contoh kesyirikan yang terjadi dalam hal kekhususan
Allah SWT
Kesyirikan dalam hal rububiyah adalah berkeyakinan adanya
pencipta, pemberi rezeki, mampu menolak bala, selain Allah SWT.
Kesyirikan dalam hal uluhiyah adalah berdoa kepada selain
Allah SWT, bertawakan pada selain Allah menyembelih untuk selain-Nya dan lain
sebagainya.
Kesyirikan dalam hal nama-nama dan sifat-sifat Allah SWT adalah
percaya pada ramalan dan perdukunan, menamai berhala dengan salah satu nama-Nya
atau meyakini sifat-Nya yang maha sempurna untuk mahluk-Nya
Pembaca yang dirahmati Allah SWT, Dalil-dalil dari Al-Quran
dan As-Sunnah telah memberikan gambaran yang sangat menakutkan tentang bahaya
kesyirikan. Seorang muslim yang mengkaji dalil-dalil tersebut akan sampai
kepada sebuah kesimpulan bahwa syirik adalah dosa terbesar.
Allah SWT berfirman dalam ayat-Nya, “ Hai anakku, janganlah
kamu berbuat syirik kepada Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah)
benar-benar kezaliman yang sangat besar”. (Q.S. Luqman : 13)
Allah SWT tidak akan mengampuni pelaku kesyirikan yang
meninggal sebelum ia bertaubat. Allah SWT berfirman yang artinya “Sesungguhnya
Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni dosa yang dibawah
itu, barang siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah,
maka sesungguhgnya ia telah berbuat dosa yang besar.” (Q.S An-Nisa:48)
Allah SWT mengharamkan surga bagi pelaku kemusyikan. Allah
berfirman yang artiya “ Sesungguhnya orang yang mempersekutukan Allah
mengharamkan kepadanya surga dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi
orang-orang zalim itu seorang penolongpun. “ (Q.S Al-Maidah : 72).
Dosa kesyirikan akan menghapus semua pahala amal kebajikan.
Allah SWT berfirman yang artinya “ Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu
dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu, jika engkau mempersekutukan Allah,
niscaya akan terhapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang
merugi.” (Q.S Az-Zumar:65)
Demikian sedikit gambaran mengenai syirik, semoga hal
tersebut menjadi pelajaran serta renungan bagi kita semua. Perjuangan seorang
hamba dalam memurnikan tauhid dan membersihkannya dari kesyirikan dengan segala bentuknya adalah perjuangan yang
sulit dan tiada pernah berakhir sampai akhir hayat. Allahu’a’lam (Abu Hafiy)
Sumber : Buku Tafsiyah edisi 06 vol.01 1432-2011M
No comments:
Post a Comment