Saturday, December 28, 2013

Menguasai Hawa Nafsu

       Manusia tidak bebas sehubungan dengan dorongan-dorongan dan desakan-desakan yang memotivasinya. Ia sepenuhnya bebas cara pemuasan dorongan-dorongan itu Dengan sarana kemauan yang menguasai tindakan dan kemampuan persepsinya, ia dapat berpaling kepada bidang yang lebih tinggi dari kegiatan psikologis dan intelektual serta mengembangkan suatu kepribadian yang menonjol dan berharga bagi dirinya sendiri. Dengan usaha yang konsisten menguasai hawa nafsunya, maju lebih jauh kearah kebahagiaan manusiawi jauh lebih bermanfaat dan akan banyak kebahagiaan yang didapatinya.
      Amirul Mukminin Ali bin Abu Tholib berkata "Kuasailah hawa nafsu anda, sebelum anda menjadi garang dan pembangkang, karena apabila hawa nafsu pemberontak dibiarkan tumbuh dalam sifat agresif dan kepala batunya, hawa nafsu akan menguasai anda dan menyeret anda kemana saja yang dikehendakinya. Dalam hal itu anda akan kehilangan kekuatan untuk melawannya.
       Orang yang merupakan hamba dari hawa nafsunya jauh lebih hina daripada budak yang sesungguhnya. Mereka yang mampu menguasai hawa nafsunya akan memelihara nilai dan kehormatan manusiawi yang akan menjadikan kehidupan lebih baik.
      Maka mari kita genggam erat hawa nafsu kita, kuasai dia dan jadikan dia yang tunduk terhadap kita bukan sebaliknya kita yang terperdaya akan hawa nafsu kita sendiri. Kata salah seorang sahabat saya bawasannya "Kegalauan hanya berawal karena imanmu yang tak mampu memimpin hawa nafsumu". Kita yang sering pada galau coba deh tingkatkan level iman kita karena orang yang dekat dengan Sang Pencipta tidak akan merasa adanya KEGALAUan.

No comments:

Post a Comment