Manusia tidak bebas sehubungan dengan dorongan-dorongan dan desakan-desakan
yang memotivasinya. Ia sepenuhnya bebas cara pemuasan dorongan-dorongan itu
Dengan sarana kemauan yang menguasai tindakan dan kemampuan persepsinya, ia
dapat berpaling kepada bidang yang lebih tinggi dari kegiatan psikologis dan
intelektual serta mengembangkan suatu kepribadian yang menonjol dan berharga
bagi dirinya sendiri. Dengan usaha yang konsisten menguasai hawa nafsunya, maju
lebih jauh kearah kebahagiaan manusiawi jauh lebih bermanfaat dan akan banyak
kebahagiaan yang didapatinya.
Amirul Mukminin Ali bin Abu Tholib berkata "Kuasailah hawa nafsu anda,
sebelum anda menjadi garang dan pembangkang, karena apabila hawa nafsu
pemberontak dibiarkan tumbuh dalam sifat agresif dan kepala batunya, hawa nafsu
akan menguasai anda dan menyeret anda kemana saja yang dikehendakinya. Dalam
hal itu anda akan kehilangan kekuatan untuk melawannya.
Orang yang merupakan hamba dari hawa nafsunya jauh lebih hina daripada budak
yang sesungguhnya. Mereka yang mampu menguasai hawa nafsunya akan memelihara
nilai dan kehormatan manusiawi yang akan menjadikan kehidupan lebih baik.
Maka mari kita genggam erat hawa nafsu kita, kuasai dia dan jadikan dia yang
tunduk terhadap kita bukan sebaliknya kita yang terperdaya akan hawa nafsu kita
sendiri. Kata salah seorang sahabat saya bawasannya "Kegalauan
hanya berawal karena imanmu yang tak mampu memimpin hawa nafsumu".
Kita yang sering pada galau coba deh tingkatkan level iman kita karena orang
yang dekat dengan Sang Pencipta tidak akan merasa adanya KEGALAUan.
No comments:
Post a Comment