Monday, December 30, 2013

Sebotol Susu



Assalamu’alaikum
Salam semangat sahabat, semoga hari-hari sahabat penuh dengan berkah. Sahabat saya ingin sedikit bercerita, cerita ini saya dapatkan dari salah seorang sahabat saya yang telah berbagi cerita kepada saya. Sayapun meminta ma’af dahulu kalau mungkin cerita ini agak sedikit berbeda karna saya hanyalah manusia biasa yang banyak lupa juga salah. Harapan setelah membaca cerita ini ada sedikitnya manfa’at yang dapat diambil, cerita yang tanpa yang awalnya tanpa ada judul. Maka itu saya tambahkan judul “Sebotol  Susu ”. Langsung saja baca ceritanya yuukk…

Sebuah cerita dari seorang bapak penjual roti
Pria berbadan kurus berkulit sawo matang dengan menenteng sebuah kantung plastic  yang berisi bungkusan roti hendak berjalan keluar rumah untuk menjual dagangannya. Dimulai dengan berdoa lalu mulai menginjakan kaki keluar rumah harapan besar semoga rotinya dapat laku habis dibeli konsumen.
Berjalan dari waktu kewaktu, berteriak dari rumah kerumah, berharap dalam langkahnya terhenti oleh panggilan sang pembeli, Namun sampai setengah hari, rotinya nihil belum terjual satupun olehnya.
Didalam tengah perjalanannya, mendengarlah ia suara Adzan Dzuhur yang begitu indah, yang begitu menyejukan tatkala mendengarnya. Menujulah ia kesebuah masjid disekitar rumah warga. Sholatlah ia dimasjid itu dan diakhiri dengan doa memohon supaya dagangannya dapat terjual walau hanya satu. Kemudian beranjaklah ia pergi menjual roti itu.
Beberapa waktu kemudian, menjumpailah ia disebuah kampong yang ramai akan warganya. Ditawarkanlah roti kepada mereka namun taka da satupun yang mau membelinya. Hingga ia menjumpai sebuah rumah kecil dengan seorang kakek tua bersama anaknya. Mencobalah ia tawarkan roti itu. Alangkah bahagianya ia ketika sang kakek menginginkan roti tersebut. Tapi kakek berkata bahwa ia tidak punya uang untuk membayar roti itu. Karena rasa kasihan sang pria terhadap kakek akhirnya ia memberikan sebungkus roti untuk kakek. Masuklah kakek kedalam rumah dan mengambil satu botol susu segar yang dimilikinya sembari berkata “ aku memang tidak punya uang tapi aku punya sebotol susu untuk mu, trimalah “. Dengan senang hati sang pria menerimanya. Seperti dalam doanya meminta bawasannya rotinya dapat terjual walau hanya satu. Dengan wajah bahagia sang pria pergi meninggalkan kakek.
Suatu hari sang kakek jatuh sakit dan dibawa kerumah sakit, dirawatlah kakek selama beberapa hari sampai keadaannya membaik, lalu disuruhnya lah anaknya untuk menanyakan biaya administras rumah sakit. Sang anak terkejut haru melihat bahwa semua biaya rumah sakit telah dibayarkan dan dititipkan sepotong surat dari sang dermawan tersebut. Kakekpun segera membaca isi surat itu, tulisan dalam surat itu ialah “ Trimakasih atas sebotol susu yang telah kakek berikan waktu lalu “. Menangis haru dan bersyukur atas apa yang dilimpahkan kepadanya. Ternyata Seseorang penjual Roti yang telah menolongnya selepas mengetahui kakek berada dirumah sakit.

No comments:

Post a Comment