Assalamu’alaikum
Salam semangat sahabat, semoga hari-hari sahabat penuh
dengan berkah. Sahabat saya ingin sedikit bercerita, cerita ini saya dapatkan
dari salah seorang sahabat saya yang telah berbagi cerita kepada saya. Sayapun
meminta ma’af dahulu kalau mungkin cerita ini agak sedikit berbeda karna saya
hanyalah manusia biasa yang banyak lupa juga salah. Harapan setelah membaca
cerita ini ada sedikitnya manfa’at yang dapat diambil, cerita yang tanpa yang
awalnya tanpa ada judul. Maka itu saya tambahkan judul “Sebotol Susu ”. Langsung saja baca
ceritanya yuukk…
Sebuah cerita dari seorang bapak penjual roti
Pria berbadan kurus berkulit sawo matang dengan menenteng
sebuah kantung plastic yang berisi
bungkusan roti hendak berjalan keluar rumah untuk menjual dagangannya. Dimulai
dengan berdoa lalu mulai menginjakan kaki keluar rumah harapan besar semoga
rotinya dapat laku habis dibeli konsumen.
Berjalan dari waktu kewaktu, berteriak dari rumah kerumah,
berharap dalam langkahnya terhenti oleh panggilan sang pembeli, Namun sampai
setengah hari, rotinya nihil belum terjual satupun olehnya.
Didalam tengah perjalanannya, mendengarlah ia suara Adzan
Dzuhur yang begitu indah, yang begitu menyejukan tatkala mendengarnya.
Menujulah ia kesebuah masjid disekitar rumah warga. Sholatlah ia dimasjid itu
dan diakhiri dengan doa memohon supaya dagangannya dapat terjual walau hanya
satu. Kemudian beranjaklah ia pergi menjual roti itu.
Beberapa waktu kemudian, menjumpailah ia disebuah kampong yang
ramai akan warganya. Ditawarkanlah roti kepada mereka namun taka da satupun
yang mau membelinya. Hingga ia menjumpai sebuah rumah kecil dengan seorang
kakek tua bersama anaknya. Mencobalah ia tawarkan roti itu. Alangkah bahagianya
ia ketika sang kakek menginginkan roti tersebut. Tapi kakek berkata bahwa ia
tidak punya uang untuk membayar roti itu. Karena rasa kasihan sang pria
terhadap kakek akhirnya ia memberikan sebungkus roti untuk kakek. Masuklah
kakek kedalam rumah dan mengambil satu botol susu segar yang dimilikinya
sembari berkata “ aku memang tidak punya uang tapi aku punya sebotol susu untuk
mu, trimalah “. Dengan senang hati sang pria menerimanya. Seperti dalam doanya
meminta bawasannya rotinya dapat terjual walau hanya satu. Dengan wajah bahagia
sang pria pergi meninggalkan kakek.
Suatu hari sang kakek jatuh sakit dan dibawa kerumah sakit,
dirawatlah kakek selama beberapa hari sampai keadaannya membaik, lalu
disuruhnya lah anaknya untuk menanyakan biaya administras rumah sakit. Sang
anak terkejut haru melihat bahwa semua biaya rumah sakit telah dibayarkan dan
dititipkan sepotong surat dari sang dermawan tersebut. Kakekpun segera membaca
isi surat itu, tulisan dalam surat itu ialah “ Trimakasih atas sebotol susu
yang telah kakek berikan waktu lalu “. Menangis haru dan bersyukur atas apa
yang dilimpahkan kepadanya. Ternyata Seseorang penjual Roti yang telah
menolongnya selepas mengetahui kakek berada dirumah sakit.
No comments:
Post a Comment