Thursday, August 11, 2016

Doa yang Terjawab "Indahnya Masjid Istiqlal"


Tempat yang paling tenang, tempat yang paling nyaman dan tempat yang paling indah bagiku adalah Masjid, Memang belum bisa menjabarkan dengan baik bagaimana ketenangan itu terjadi pada diriku. Tapi memang sudah sejak lama, suka sekali nongkong di masjid.
Menyibak sedikit masa lalu, aku bersama kedua sahabatku sewaktu smk, kitalah yang paling sering pulang telat, kitalah yang paling sering nongkrong di masjid. secepat apapun pulang sekolah. tetep saja sampai rumahpun sore. Bukan apa-apa kita berada disana, karena jaman-jamannya ABG dan kebetulan juga jamannya ada wifi disekolah. maka bermodal dengan leptop. Kerjaan kami hanyalah download, online dan mainan semata. Tapi memang entah kenapa kok bisa sampe sebetah itu didalam masjid. Masjid yang dulu memang belum di beri pintu luar jadi kita bebas mau berada diluar ataupun didalam.hehe
Masjid itu adalah tempat kami berkumpul, tempat kami menjalin persahabatan, tempat kami belajar, tempat kami mengaji, tempat kami untuk beribadah tentunya, dan tempat kami belajar bagaimana menciptakan ketenangan, kedamaian, namun tetap selalu ceria, hehe karena kalau dimasjid kan ga bisa terlalu bebas berekspresi. yang ada dimarahin sama yang lain.
Dari masjid itu sering kali kita sholat berjamaah dan terjalinlah ukhuwah diantara kami. membuat kami menjadi pribadi yang menyayangi satu sama lain.
Pada masanya jaman smk telah selesai, hingga pada suatu masa aku bersama sahabatku pernah berucap yang kalo aku tidak lupa, intinya kita pengen ke masjid istiqlal. kita pengin mengunjungi masjid masjid diindonesia. ingin sekali kita bersama-sama dalam suatu masjid yang indah. melepas rasa rindu. mempererat tali persaudaraan diantara kami.
Hingga akhirnya salah seorang sahabatku telah meraih mimpi kita untuk ke masjid istiqlal. karena keterbatasan waktu dan juga lokasi setelah lulus smk menjadi jauh terpisah. kitapun belum bisa bersama ke sana.
Setelah sahabatku ke masjid itu. Tibalah kesempatan buat aku untuk pergi juga ke masjid istiqlal. Pergi juga aku bersama sahabat dari tempat rantauku. Pergi kita bersama sama dengan transportasi busway.
Seturunnya dari busway melihat dari luar indahnya Masjid Istiqlal, Megahnya Masjid Istiqal. "Mashaa Allah sungguh itu tempat yang sangat ingah " dalam batinku berkata. Entah sangat senang hati ketika sampai disana. Masuklah kita kemasjid itu. Karena memang memasuki sholah Dzuhur disana. Segeralah kita mengikuti sholat dzuhur disana. Sangaat indah, kalo orang bule bilang "speechless" melihatnya, merasakannya. Akhirnya tersampaikan doa yang dulu untuk bisa ke Masjid itu. Alhamduliah selalu aku ucap ketika berada disana. Kemudian sholatlah kita, selesai itu berjalanlah menyusuri sudut-sudut masjid. Merasakan sangat berbeda sekali suasananya, sangat tenang, sangat nyaman, dan akupun merasa sangat bahagia sekaligus betah ketika berada disana.
Duduk memandangi keseluruhan tempat, dan ketika itu hpkupun berdering, kemudian mengangkat telfon lalu kabarnya, aku memang harus segera pulang. Menikmati sedikit lagi keberadaanku disana karena memang sangat jarang bisa main seperti ini. Lalu pulanglah kita, pamitlah kita dengan tempat yang indah ini, namun akan tetap menjadi mimpi aku untuk bisa selalu ketempat ini.



Selain itu juga, terdapat banyak mimpi aku untuk bisa ketempat yang indah seperti ini, yaitu ke masjid-masjid yang memang menjadi daya tarik banyak orang untuk mengunjunginya. diantaranya aku ingin ke masjid At-Tin, Masjid Dian Al Mahri, Masjid Agung Al Ahzar, Masjid Rahmatan Lil-Alamin, Masjid Agung, serta banyak list masjid yang hendak menjadi target aku untuk aku sampai kesana.
Bismillah semoga Allah perkenankan aku untuk mewujudkan mimpiku, mengabulkan doaku, memudahkan serta memperlancar segala urusanku.
Dulunya saja, aku yang hidup dikampung, kemudian bermimpi untuk ke jakarta, tinggal dijakarta, ingin menjadi orang kota, kemudian bisa keliling kemana-mana, bisa ke masjid Istiqlal juga. dan sekarang sudah terwujud. Sunggu Allah yang Maha Mengetahui waktu terbaik untuk mengabulkan doa-doa kita.

No comments:

Post a Comment