Sunday, August 7, 2016

BUKUKU MEMORIKU

Ketika kita mendengarkan baik itu mendengarkan percakapan, musik, radio, penjelasan guru atau siapapun dan apapun. Terkadang kita mendengarkan dengan seksama, sering juga kita anggap itu hanya hiburan dan angin lalu saja. hingga pada saat itu ada yang memang harus kita dengar dan harus kita ingat dengan baik. Tetapi kemampuan  ingatan manusia sangatlah terbatas, bisa jadi apa yang baru saja didengar, lupa begitu saja, apa yang telah dihafal dengan serius juga bisa lupa begitu saja.
Itu terjadi dengan saya, saya termasuk anak yang pelupa, entah mengapa makin hari kok lebih sering lupa, hehe mungkin karena faktor usia juga hehe...mungkin juga karena jauh dari buku, jauh dari membaca dan jauh dari belajar.
Sayapun menulis ini sambil mengingat- ingat apa yang pernah saya alami, yang pernah saya lakukan, dan yang saya ingat. Tapi sunggu saya tidak ingin lupa tentang sesuatu hal. Jika saya lupa, semoga Allah bukakan saya memori supaya lebih mudah mengingat.
Dalam setiap kegiatan-kegiatan yang saya ikuti, seperti seminar, pengajian, dan kegiatan lainnya tidak lupa saya membawa buku dan pulpen, jikalau itu lupa. maka yang biasa saya tidak lupakan adalah HP. menyadari betul bahwa saya mudah lupa maka setiap kali saya menulis intisari dari kegiatan tersebut. memang sedikit yang ditulis tapi semoga menjadi manfaat buat diri saya pribadi khususnya, hehe
ini saya ada beberapa contoh tulisan saya, dari jaman dulu yang ditulis


Hehee.. 
Beruntung sekali saya pernah menulis ini, jadi teringat kenangan kenangan jaman dulu, banyak pesan-pesan yang tersurat dan juga tersirat dari tulisan itu. Bahkan segelintir tulisan mampu menjadi inti dari sebuah peristiwa juga mampu berbicara mengenai masa yang telah silam.
Bagiku buku adalah memori, buku adalah ingatan keduaku, bersama buku aku ingat apa yang telah terlupa olehku. Dengan menulis lembar demi lembar. menyiratkan kisah tersendiri buatku. 
Apalagi bagi seorang Diarist, beruntunglah mereka yang menuangkan apa yang mereka ingin ungkapkan kepada buku mereka, kepada Diari mereka, hingga saatnya mereka buka kembali dan bernostalgia dengan kenangan mereka, 
Tapi apapun kenangannya ambilah yang baik, jika pernah menulis yang sedih, galau, merana atau bahasa trennya GEGANA hhee,, tak perlu berlama lama membacanya, jadikan itu pelajaran, jadikan motivasi buat tidak sedih lagi, supaya bisa lebih baik lagi, kemudian ingat bahwa kita telah berhasil melewati masa sedih itu. Dan bersyukurlah kemudian lebih bersemangat lagi jika yang kita baca lagi adalah hal yang menyenangkan, prestasi kita, pencapaian kita, mimpi kita dan lain sebagainya. jadikan jembatan untuk melangkah ke tempat yang lebih baik, terus berpacu pada semangat dan kebaikan.

Agak kurang nyambung mungkin dengan judulnya, saya sedang belajar untuk menulis dengan baik, masih tahap awal dan sangat awal. Jadi mohon maaf apabila judul, kata, susunan kalimat serta penulisan tidak terancang dengan rapi, dengan apik dan menarik. Tapi saya akan terus berusaha, terus belajar dan lebih banyak lagi menulis supaya nantinya bisa menjadi penulis yang baik, yang dapat menyampaikan pesan dengan baik juga menulis sesuatu yang bermanfaat. 
Terimakasih sudah membaca 
Jazakallahu Khairankatsiran 


No comments:

Post a Comment